Ibadah Minggu, 11 Juli 2021 (Pagi)

Oleh Pdp. Tomy Handaka Patria (GBT Kristus Pelepas)

Pada ayat 17-47, Tuhan Yesus tidak melawan ajaran Taurat, tetapi menunjukkan kekeliruan penafsiran yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi (perhatikan frasa “Kamu telah mendengar firman…” dan “Tetapi Aku berkata kepadamu…”). Salah satunya, Tuhan Yesus menghendaki pengikut-Nya untuk mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan, termasuk pada orang-orang yang dianggap musuh (ay. 43-47).

Inilah salah satu kunci hidup berbahagia (diberkati Tuhan). Sayangnya, natur kedagingan membuat kita memilah-milah orang yang layak untuk kita kasihi, baik berdasarkan siapa dirinya ataupun apa yang dilakukannya. Akibatnya, kita memiliki beban pikiran yang menggerogoti berkat Tuhan. Lebih jauh lagi, kita tidak berfungsi sebagai garam dan terang dunia (ay. 13-16). Orang-orang di sekitar kita tidak melihat kuasa Injil.

Bagaimana supaya kita mampu mengasihi musuh? Pertama, fokuslah pada misi hidup kita (Yoh. 4:34). Ketika kita memiliki misi yang jelas, maka kita akan lebih tahan dalam menghadapi tantangan. Kedua, sadarilah bahwa tidak ada satu peristiwa pun yang terjadi di luar kehendak Tuhan (Mat. 10:29). Tuhan menempatkan orang-orang sulit di sekitar kita dengan tujuan yang baik, bagi pertumbuhan karakter kita, pemulihan orang tersebut, atau lingkungan yang lebih luas. Ketiga, bersandarlah pada kekuatan Roh Kudus. Tuhan Yesus tidak hanya memberi perintah dan teladan, tetapi juga telah mengalahkan musuh utama kita, yaitu kuasa dosa, dan memberikan Penolong, yaitu Roh Kudus (Yoh. 14:6)

Ingatlah bahwa sebagaimana Kristus telah mengasihi kita sejak kita masih memberontak kepada-Nya (Rm. 5:10), maka sudah selayaknya kita pun mengasihi musuh-musuh kita. Itulah yang menjadi standar kasih kita supaya kita hidup semakin serupa dengan Kristus (Mat. 5:48). Amin.

REFLEKSI

Orang baik akan memperlakukan musuhnya lebih baik dibanding orang yang tidak baik memperlakukan temannya (Joseph Hall)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah mengasihi musuh selalu merupakan jalan terbaik pada segala situasi dan kepada segala macam orang? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Bagaimana mengasihi musuh diterapkan dalam kerangka pengampunan sekaligus tidak mengabaikan keadilan dan pertobatan?

AYAT ALKITAB TERKAIT

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat. 5:43-48)

13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat. 5:13-16)

Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yoh. 4:34)

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. (Mat. 10:29)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Ef. 2:8)

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! (Rm. 5:10)

About the author

Leave a Reply