Ibadah Minggu, 11 Juli 2021 (Sore)

Oleh Pdm. Nehemia Widjaja (GBT Kristus Pelepas)

Mazmur ini kemungkinan besar berlatar belakang pemindahan tabut dari rumah Obed-Edom ke Yerusalem yang dipimpin oleh Daud. Pada saat itu, Daud sangat bersuka cita dan bangga memiliki Tuhan, Sang Pencipta alam semesta. Mazmur ini berjenis “Memasuki Rumah Tuhan.”

Pernyataan Pemazmur atas segala ciptaan-Nya (ay. 1-2). Pemazmur mengakui bahwa Tuhanlah pencipta dan pemelihara seluruh ciptaan-Nya. Jadi, apapun yang dimiliki pemazmur juga sebenarnya milik Tuhan. Di dalam mitologi kuno, air melambangkan kekacauan yang besar. Jadi ketika Tuhan digambarkan mengumpulkan air, berarti Dia berdaulat (Mzm. 104:8-9).

Syarat-syarat lahiriah dan batiniah untuk beribadah kepada Tuhan (ay. 3-6). Orang yang murni hatinya (TB)/tidak bercela pikirannya (BIMK), akan melihat Allah (Mat. 5:8). Inilah orang-orang yang akan diberkati Tuhan. Bagian ini sangat mirip dengan Mazmur 15:1-5.

Bagaimana Tuhan masuk ke dalam rumah Tuhan sebagai Raja yang jaya (ay. 7-10). Bagian ini menggambarkan bahwa bukan hanya umat Tuhan yang masuk ke dalam Bait Allah, tetapi juga Tuhan sendiri. Dia juga hadir di tengah-tengah ibadah kita.

Jika dilihat dari susunannya, Mazmur 24 ini setara dengan Doa Bapa Kami, yang dimulai dari pengagungan kepada Tuhan, permohonan manusiawi, dan ditutup dengan pengakuan bahwa Tuhanlah pemilik Kerajaan, kekuasaan, dan kemuliaan. Pengakuan ini adalah pusat dari ibadah. Allah juga yang harus berkuasa atas hidup kita (Mat. 6:33).

Akuilah Tuhan sebagai Raja yang Mulia (Yoh. 1:14) dan percaya penuh akan pemeliharaan-Nya atas hidup kita. Semuanya hanya titipan Tuhan, apa yang kita khawatirkan? Sebagai anak-anak Tuhan, yang berdaulat, kita juga pasti mengalami kemenangan dalam hidup ini. Amin.

REFLEKSI

Ketika kita menghadapi pencobaan, kedaulatan Tuhan dapat diibaratkan sebagai bantal untuk menyandarkan kepala kita (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah cara Anda menikmati dan mengelola semua yang Anda miliki saat ini telah mencerminkan bahwa itu semua adalah titipan Tuhan?
  2. Mengapa perasaan akan keagungan Tuhan kadang pudar dalam hidup kita?

 

AYAT ALKITAB TERKAIT

1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. 3 Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” 4 “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela 7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 8 “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” 9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 10 “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela (Mzm. 24:1-10)

8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka. 9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi. (Mzm. 104:8-9)

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat. 5:8)

1 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? 2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, 3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; 4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; 5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya. (Mzm. 15:1-5)

Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu. (Mat. 6:33 BIMK)

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1:14)

About the author

Leave a Reply