Puas dengan Pemberian Allah (Kej. 3:1-8)

Ibadah Minggu, 4 Juli 2021 (Sore)

Puas dengan Pemberian Allah (Kej. 3:1-8)

Oleh Pdm. Kornelius Makapile (GBT Kristus Pelepas)

Merasa puas dengan pemberian Allah adalah suatu hal yang harus kita miliki sebagai anak-anak Tuhan. Ini sama artinya dengan kita menghargai pemberian Allah yang memberikannya menurut kebutuhan dan kemampuan kita. Demikian pula ketika menempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden, Allah tahu bahwa mereka mampu untuk menjadi pengelola yang baik.

Namun demikian, Adam dan Hawa tidak menjadi pengelola yang baik. Mereka tidak merasa puas dengan apa yang diberikan Allah dan melanggar apa yang menjadi rencana Allah (baca Kej. 2). Akibat kejatuhan dalam dosa, relasi manusia dengan Allah rusak. Kehadiran Allah tidak lagi menyenangkan, tetapi malah membuat manusia takut (ay. 8).

Hal itu terjadi bukan karena kegagalan rencana Allah, tetapi karena Adam dan Hawa melupakan perintah-Nya. Sebelumnya, Allah telah menumbuhkan berbagai pohon yang baik untuk dimakan buahnya tetapi melarang mereka untuk memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Sayangnya, mereka tidak puas dan melanggar perintah itu.

Bagaimana supaya ketidakpuasan seperti itu tidak menguasai kehidupan kita? Pertama, menjaga hati kita. Ketika hati kita tidak terkontrol, dari dalamnya akan timbul segala macam kejahatan (Mat. 15:18-19). Kedua, menjaga mata kita (Luk. 11:34). Jika mata kita melihat hal-hal yang merusak rencana Allah, maka sangat mungkin kita juga akan melakukan hal-hal yang merusak rencana Allah. Ketiga, menjaga iman kita. Kita harus percaya bahwa semua yang dirancangkan Allah dalam kehidupan kita adalah baik adanya. Allah tidak pernah salah memberikan sesuatu dalam kehidupan kita. Terapkanlah ketiga hal ini dalam kehidupan kita sehari-hari supaya bisa selalu memuliakan Allah. Amin.

REFLEKSI

Bukan seberapa banyak yang kita miliki, tetapi yang seberapa banyak yang kita nikmati, itulah yang menjadi kebahagiaan (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa ciri-ciri orang yang tidak puas dengan pemberian Allah? Apa akibatnya bagi hidup orang-orang yang seperti itu?
  2. Bolehkah kita memiliki keinginan untuk meraih kenikmatan jasmani dan material di dunia ini? Jelaskan jawaban Anda.

AYAT ALKITAB TERKAIT

1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. (Kej. 3:1-8)

8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2:8-9, 16-17)

18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. (Mat. 15:18-19)

Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. (Luk. 11:34)

About the author

Leave a Reply