Kegelapan Tidak Dapat Menguasai Terang Kristus (Yoh. 1:1-18)

Ibadah Natal II, 25 Desember 2023. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.

Yohanes 1:1-18, yang dikenal sebagai Prolog/pengantar Injil Yohanes, terdiri dari empat bagian: pada mulanya ada Firman/Terang (ay. 1-5), Yohanes bersaksi tentang Terang (ay. 6-8), menolak atau menerima Terang (ay. 9-13), dan penutup (ay. 14-18). Peristiwa Natal yang ada dalam Injil Yohanes unik. Misalnya, tidak ada palung, gembala, malaikat, orang Majus.

Yohanes memulai dengan “Pada mulanya…” (ay. 1) untuk mengajak para pembacanya untuk mengingat peran Firman dalam momen penciptaan (Kej. 1) dan yang terus-menerus memberi terang kehidupan. Kemudian, Yohanes diutus menjadi saksi, bukan Terang itu sendiri (ay. 6-8). Untuk menjadi saksi, dia harus rela berkurban (seperti lilin yang meleleh untuk memancarkan terang).

Bagi orang yang menyaksikan Terang, ada dua pilihan, yaitu menerima atau menolak (ay. 9-13). Untuk dapat menerima Terang itu, kita harus mengenal-Nya. Sementara jika kita lebih memilih yang lain yang kelihatan lebih menarik dari Terang itu, maka kita akan menolak-Nya. Pada masa kini pun ada beberapa usaha untuk menandingi Kristus dalam Natal. Berpartisipasilah dalam hubungan yang baru dengan Allah.

Terakhir, keajaiban penciptaan, anugerah hidup dan kuasa Firman dirayakan pada hari Natal (ay. 14-18). Walaupun tampak ada perjuangan antara Terang dan kegelapan, namun kegelapan tidak akan menguasai Terang. Firman telah menjadi manusia, hadir di tengah-tengah kita dan memandu kita. Amin.

REFLEKSI

Satu-satunya terang yang aman bagi jalan hidup kita adalah terang yang memancar dari Kristus, Terang Dunia (A. W. Tozer)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja hal-hal di sekitar hidup orang Kristen masa kini yang rentan untuk menandingi Kristus?
  2. Apakah Anda telah menerima Kristus, Terang Dunia? Bagaimana Anda akan menghidupinya dalam keseharian?

REFERENSI

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: ”Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh. 1:1-18)

About the author

Leave a Reply