Ibadah Umum II, 25 Februari 2024. Oleh: Pdt. Markus Priyono.
Di dalam kehidupan ini, kita tidak akan pernah bisa lepas dari persoalan. Demikian pula Tuhan Yesus, Allah yang juga sepenuhnya manusia, mengalami persoalan di dalam kehidupan-Nya. Menjelang penyaliban, Tuhan Yesus juga bergumul dalam rasa takut yang luar biasa (ay. 44). Bagaimana Tuhan Yesus, dalam kemanusiaan-Nya, bisa menang?
Pertama, Tuhan Yesus berdoa supaya tidak jatuh (ay. 39-40). Perhatikan bahwa Tuhan Yesus memiliki kebiasaan berdoa, bukan hanya dilakukan ketika menghadapi permasalahan. Jika kita jarang berdoa (secara khusus, bukan hanya rutinitas), pasti akan gampang dikalahkan oleh permasalahan.
Kedua, Tuhan Yesus selalu mengedepankan kehendak Bapa (ay. 42). Ketika kita mengedepankan kehendak pribadi dibanding kehendak Bapa, maka kita pun akan mudah goyah di tengah permasalahan. Kita akan menjadi mudah kecewa karena keinginan kita yang tidak selalu terjadi.
Ketiga, tidak jemu-jemu berdoa (ay. 46). Berdoa bukanlah bagian dari cara kita untuk memaksakan kehendak kita pada Tuhan, tetapi bagian dari cara kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Tanpa berdoa, maka yang cenderung muncul adalah kebiasaan kita yang lama, yang justru akan memperburuk keadaan dan permasalahan kita. Amin.
REFLEKSI
Peperangan rohani kita melawan dunia, kedagingan, dan Iblis dimenangkan melalui persenjataan yang kuat dari doa (Philip Graham Ryken, R. Kent Hughes)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang biasanya Anda lakukan pertama kali ketika menghadapi masalah? Apa dampaknya bagi diri Anda?
- Apa saja yang bisa menghalangi kita untuk tidak memercayai Tuhan sepenuhnya dalam menghadapi permasalahan? Bagaimana kita mengatasinya?
REFERENSI
39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. 40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: ”Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” 41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: 42 ”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” 43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. 46 Kata-Nya kepada mereka: ”Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” (Luk. 22:39-46)
