Menangkal Guru-Guru Palsu (Flp. 3:1-4a)

Ibadah Umum I, 14 Januari 2024. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.

Dalam surat ini, selain memerintahkan jemaat untuk mengiring Yesus (ay. 2), Paulus juga memaparkan adanya tantangan dalam mengiring-Nya (ay. 3). Ada sebagian orang yang mengajarkan bahwa untuk mengiring Yesus, orang-orang Yahudi harus menjalankan Hukum Taurat secara lahiriah (misal, disunat).

Dalam ayat pertama, Paulus mengajak untuk bersuka cita (diulang dalam 2:18; 3:1; 4:4; kata suka cita diulang 16 kali di surat ini). Paulus bisa melakukannya walaupun sedang berada dalam penjara. Jadi, Paulus sedang mengajarkan bahwa suka cita sejati sebenarnya sudah kita peroleh di dalam Tuhan (ay. 1). Bukan sekadar mendapat hal-hal lahiriah hal-hal kecil lainnya.

Karena pentingnya untuk menjaga diri dari orang-orang yang merasa dirinya lebih, Paulus berkata dengan keras (ay. 2; berhati-hati diulang tiga kali). Bahkan, Paulus menyebut mereka ‘anjing’ (untuk membalikkan perkataan orang-orang Yahudi yang mengkafirkan orang lain dengan istilah ‘anjing’).

Untuk mengikut Kristus, Paulus menegaskan bahwa kita tidak perlu lagi bersandar pada upacara-upacara lahiriah seperti sunat (ay. 3; Yoh. 3:16). Tetapi, menyembah Allah dengan bimbingan Roh Kudus. Inilah paradigma yang baru.

Paulus bisa menjelaskan pengertian ini secara panjang lebar, karena dulupun dia seperti itu (ay. 4a). Setelah bertemu dengan Yesus, dia menemukan kebebasan. Marilah kita fokus pada kebenaran Allah, bukannya kebenaran diri sendiri. Amin.

REFLEKSI

Jika engkau mengaku dirimu Kristen, tetapi merasakan kepuasan yang penuh dalam pengejaran hal-hal lahiriah,  pengakuanmu palsu (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa dampaknya ketika seorang Kristen terus ingin memburu hal-hal lahiriah?
  2. Apakah ada ajaran-ajaran yang pernah Anda dengar yang tidak sesuai Alkitab? Bagaimana Alkitab menangkalnya?

REFERENSI

1a Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. 1b Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. 2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, 3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. 4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. (Flp. 3:1-4a)

1 Akhirnya, Saudara-saudaraku, hendaklah kalian bergembira karena kalian sudah bersatu dengan Tuhan. Saya tidak merasa berat untuk mengulangi apa yang sudah saya tulis kepadamu sebelumnya; sebab hal itu baik untuk keselamatanmu. 2 Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang melakukan hal-hal yang jahat, orang-orang yang pantas disebut ’anjing’. Mereka mendesak supaya orang-orang disunat. 3 Padahal kitalah orang-orang yang sudah menerima sunat yang sejati, bukan mereka. Kita menyembah Allah dengan bimbingan Roh Allah sendiri, dan kita bersyukur karena kita hidup bersatu dengan Kristus Yesus. Kita tidak bergantung kepada upacara-upacara yang bersifat lahir. 4 Sebenarnya saya dapat saja bergantung kepada upacara-upacara itu. (Flp. 3:1-4a BIMK)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh. 3:16)

About the author

Leave a Reply