Ibadah Jumat Agung, 15 April 2022
Oleh: Pdm. Jusak Gandawidjaja
I. Menyongsong Kematian. Menyongsong berarti kita mau ke depan untuk menghadapi sesuatu dari arah yang berlawanan. Menyongsong kematian adalah misi terakhir Tuhan Yesus di bumi. Dia tidak berusaha menghindarinya (Ibr. 9:28a).
II. Kematian. Maut adalah musuh terakhir (1Kor. 15:26) dan sekaligus yang paling ganas. Tuhan Yesus menaklukkan dan membinasakannya.
III. Di taman Getsemani. Sebelum Tuhan Yesus melangkah lebih jauh menghadapi kematian-Nya, Dia mempersiapkan diri di taman Getsemani. Di situ, Dia berdoa (baca: Luk. 22:41-54). Dia sangat ketakutan sehingga keringat-Nya menjadi seperti tetesan darah. Saat itu, seorang malaikat menguatkan-Nya. Setelah itu, Yudas dan para prajurit datang untuk menangkap-Nya. Sejak saat itulah, Tuhan Yesus menapaki jalan salib.
IV. Memberitakan Injil. Setelah kematian-Nya dan dikubur, Tuhan Yesus turun dan memberitakan Injil kepada roh-roh yang dipenjara (1Ptr. 3:19-20). Tuhan Yesus memberitakan apa yang telah terjadi atas diri-Nya, yaitu bahwa Dia telah mati untuk menanggung dosa manusia.
V. Menyongsong Yesus. Di kayu salib, Tuhan Yesus telah menyelesaikan misi-Nya untuk menanggung dosa (Yoh. 19:30). Yesus telah mati, dikubur, namun juga bangkit. Marilah kita menyongsong-Nya menjadi Tuhan yang hidup dan Juru Selamat. Amin.
REFLEKSI
Kristus tidak hanya berfirman kepada kita melalui kehidupan-Nya, tetapi juga melalui kematian-Nya (Søren Kierkegaard)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang biasa menjadi keberatan orang untuk memercayai peristiwa penyaliban Anak Allah? Bagaimana Anda menanggapinya?
- Berkaca dari apa yang dialami Kristus melalui penyaliban, bagaimana peristiwa tersebut menguatkan kita dalam menghadapi penderitaan dan kematian?
REFERENSI AYAT ALKITAB
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yoh. 19:30)
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. (Ibr. 9:28a)
Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. (1Kor. 15:26)
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Luk. 22:44)
19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, 20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. (1Ptr. 3:19-20)
