Yesus di Taman Getsemani (Mrk. 14:32-42)

Ibadah Umum II, 10 April 2022

Oleh: Ev. Harry Ratulangi

Ketika berdoa di taman Getsemani, Tuhan Yesus merasa sangat tertekan (ay. 33). Karena ini merupakan masalah rohani, maka Dia pun menyelesaikannya secara rohani, yaitu dengan berdoa. Dia bergumul antara keinginan manusiawi-Nya dengan kehendak Bapa-Nya (ay. 36). Murid-murid-Nya, yang diharapkan akan mendukung, malah tertidur. Itulah sebabnya Dia menasihati mereka untuk berjaga-jaga dan berdoa (ay. 38). Tuhan Yesus tahu, di dalam diri manusia ada keinginan daging dan keinginan roh yang saling bertentangan.

Dalam peristiwa selanjutnya, para murid itu gagal dengan menyangkal Yesus. Hal ini terjadi karena mereka tidak berjaga-jaga ketika Tuhan Yesus berdoa. Akibatnya, keinginan daging mereka menguasai diri mereka. Sebaliknya, Tuhan Yesus menang karena Dia berdoa kepada Bapa. Itulah yang menyebabkan-Nya rela menuruti kehendak Bapa-Nya walaupun harus menderita.

Apa yang dapat kita pelajari? Pertama, selesaikan kesedihan hati dengan berdoa. Jangan malah melakukan hal-hal lain yang negatif seperti tidur-tiduran atau mabuk-mabukan. Kedua, sediakan waktu untuk bersekutu dengan Bapa di surga. Persekutuan ini akan membuat kita kuat. Kita akan mampu hidup dalam roh (Gal. 5:16). Amin.

REFLEKSI

Tragedi terbesar dalam hidup ini bukanlah doa yang tidak dijawab, namun doa yang tidak dipanjatkan (F.B. Meyer)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Mengapa ada orang-orang yang kelihatan jarang berdoa namun hidupnya berhasil?
  2. Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk untuk melarikan diri dari masalah? Jika ada, akuilah pada Tuhan dan latihlah diri Anda berdoa setiap kali menemui masalah.

REFERENSI AYAT ALKITAB

32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” 33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, 34 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” 35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. 36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” 37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? 38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” 39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga. 40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya. 41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.” (Mrk. 14:32-42)

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (Gal. 5:16)

About the author

Leave a Reply