Ibadah Umum II, 16 Oktober 2022
Oleh: Pdt. Asigor Sitanggang
Persis setelah baptisan, Roh Kudus membawa Tuhan Yesus ke padang gurun (ay. 12; bnd. Lk. 4:1). Peristiwa ini menunjukkan bahwa baptisan dan pencobaan di padang gurun merupakan bagian dari rencana keselamatan Allah yang kekal.
Terdapat satu pertanyaan yang menarik, apakah Tuhan Yesus bisa jatuh dalam dosa? Pertama-tama, kelahiran Tuhan Yesus berbeda dengan manusia yang lain (baca: Mat. 1:18), sehingga dia tidak memiliki kodrat dosa. Kedua, Dia adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia (Flp. 2:6-9). Kedua fakta tersebut membuktikan bahwa Tuhan Yesus tidak bisa jatuh dalam dosa.
Karena tidak bisa menggoda Tuhan Yesus untuk jatuh dalam dosa, Iblis pun menunggu untuk mencari kesempatan lain (Luk. 4:13). Oleh sebab itu, pencobaan yang dialami oleh Tuhan Yesus justru dimaksudkan untuk menunjukkan kepada Iblis dan dunia betapa kudus Dia dan kesatuan-Nya dengan Bapa tidak mungkin terpecah.
Pencobaan yang dialami oleh Tuhan Yesus mirip dengan apa yang dialami oleh Adam: keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup (1Yoh. 2:16). Bedanya, Tuhan Yesus menang atas pencobaan. Marilah kita juga menghadapi setiap godaan dosa melalui pimpinan Roh Kudus (Gal. 5:25). Dari Dialah, semua kekuatan kita berasal (Flp. 2:12-13). Amin.
REFLEKSI
Setiap kali Anda mengalahkan sebuah pencobaan, Anda menjadi semakin serupa dengan Kristus (Rick Warren)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah pencobaan yang sering muncul dalam kehidupan orang Kristen pada masa kini dalam bidang: keluarga, pekerjaan, relasi antarsesama, relasi dengan Tuhan?
- Pencobaan-pencobaan seperti apakah yang masih mengalahkan Anda? Bagaimana Anda akan mengatasinya?
REFERENSI AYAT ALKITAB
12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. 13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. (Mrk. 1:12-13)
Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. (Lk. 4:1)
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Mat. 1:18)
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (Flp. 2:6-9)
Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. (Luk. 4:13)
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (1Yoh. 2:16)
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, (Gal. 5:25)
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Flp. 2:12-13)
