Roh Reformasi: Pertobatan Setiap Hari (2Raj. 22:8-20)

Ibadah Umum I, 17 November 2024. Oleh: Ev. Wilson Jeremiah Lukito.

Ada sebuah ironi dalam kisah ini. Di Bait Allah, tempat yang seharusnya kitab Taurat diajarkan, justru di situlah kitab Taurat hilang dan ditemukan kembali. Ketika Yosia mendengar apa yang tertulis di dalamnya, dia pun bertobat. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari kisah ini.

Pertama, pertobatan sejati adalah kesadaran bahwa kita membutuhkan anugerah dan belas kasihan Tuhan setiap hari. Hanya oleh anugerah Tuhanlah seseorang bisa sadar dan bertobat (sola gratia = hanya anugerah). Pertobatan tersebut timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Pertobatan ini juga terjadi setiap hari, seperti halnya Yosia yang meminta bimbingan dari nabiah Hulda.

Kedua, pertobatan sejati adalah kegerakan yang dilakukan secara komunal sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus. Anugerah Tuhan hanya dapat kita terima melalui iman (sola fide = hanya iman). Kita perlu bertobat setiap hari karena kita berdosa setiap hari.

Ketiga, pertobatan sejati dimungkinkan hanya oleh karena pekerjaan Roh Kudus yang mengubah dan memulihkan hati orang berdosa. Roh Kudus sudah ada dan bekerja sejak sebelum dunia dijadikan. Hanya Roh Kudus yang bisa mempertobatkan seseorang (solus spiritus = hanya Roh Kudus). Soli deo gloria, segala kemuliaan hanya bagi Allah! Amin.

REFLEKSI

Pertobatan tidak akan membuatmu melihat Kristus, namun melihat Kristus akan membuatmu bertobat (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang mungkin terjadi ketika kita mengabaikan ‘pertobatan’ setiap hari?
  2. Adakah dosa yang masih harus Anda pertobatkan pada saat ini? Mintalah kekuatan Roh Kudus!

REFERENSI

8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: ”Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya. 9 Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: ”Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu.” 10 Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: ”Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku,” lalu Safan membacakannya di depan raja. 11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. 12 Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 13 ”Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.” 14 Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tikwa bin Harhas; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka memberitakan semuanya kepadanya. 15 Perempuan itu menjawab mereka: ”Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku! 16 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala perkataan kitab yang telah dibaca oleh raja Yehuda; 17 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu kehangatan murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap tempat ini dengan tidak padam-padam. 18 Tetapi kepada raja Yehuda, yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu, 19 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN pada waktu engkau mendengar hukuman yang Kufirmankan terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, bahwa mereka akan mendahsyatkan dan menjadi kutuk, dan oleh karena engkau mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Aku pun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN, 20 sebab itu, sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini.” Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja. (2Raj. 22:8-20)

Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu. (2Raj. 23:3)

About the author

Leave a Reply