Ibadah Umum I, 18 September 2022.
Oleh: Ev. Karmelia Suryanto.
Ketangguhan sangat diperlukan dalam kehidupan. Namun, pertanyaan pertama yang kita pikirkan bukanlah bagaimana kita bisa menjadi tangguh? Tetapi, untuk siapa ketangguhan itu? Nehemia dapat menjadi teladan dalam ketangguhan. Pada masanya, orang-orang Israel baru kembali dari pembuangan di Babel. Tembok kita Yerusalem telah dihancurkan sebelumnya. Nehemia mendapat visi dari Tuhan untuk membangun kembali tembok kota Yerusalem. Nehemia pun berdoa, “Ya, Tuhan, berilah telinga… dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini” (ay. 11).
Nehemia pun banyak mendapat pertolongan Tuhan. Dia diizinkan oleh Raja untuk pergi ke Yerusalem. Padahal, sebelumnya Raja menolak pembangunan tembok kota Yerusalem (baca Ezra 4). Tetapi perjuangan Nehemia bukan tanpa tantangan. Dari luar, Sanbalat dan Tobia menghalang-halangi pembangunan tembok itu. Dari dalam, orang-orang juga mengeluhkan pembangunan tersebut. Tetapi Nehemia tidak menyerah. Dia bertahan dan sukses membangun tembok kota Yerusalem dalam 52 hari.
Nehemia melakukan itu semua bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Tuhan yang dia sembah. Di dalam Alkitab, banyak tokoh lain yang memiliki ketangguhan seperti itu. Misalnya, Paulus, yang mengalami berbagai penderitaan dalam pelayanannya (baca 1 Korintus 11). Tuhan Yesus juga menunjukkan ketangguhan dalam hidup-Nya untuk menggenapi rencana Bapa-Nya (Yoh. 4:34).
Untuk siapa kita tangguh? Jika kita melakukannya untuk diri kita sendiri, suatu saat kita pasti akan gagal. Tetapi ketika kita melakukannya untuk Tuhan, maka kita akan selalu bisa bertahan. Amin.
REFLEKSI
Kita dapat menjadi tangguh hanya karena Tuhan bekerja di dalam diri kita dan di dalam kehendak bebas kita (R.C. Sproul)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang membedakan antara ketangguhan yang dinyatakan dalam Alkitab dengan ketangguhan yang ditunjukkan orang-orang dunia masa kini?
- Apa yang menjadi penghambat bagi Anda untuk memiliki ketangguhan? Bagaimana Anda akan mengatasinya? Nyatakanlah komitmen Anda kepada Allah dalam doa!
REFERENSI AYAT ALKITAB
1 Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, 2 datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem. 3 Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” 4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, 5 kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, 6 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. 7 Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu. 8 Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. 9 Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana. 10 Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat? 11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.” Ketika itu aku ini juru minuman raja. (Neh. 1:1-11)
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh. 4:34)
