Ibadah Umum II, 14 Juli 2024. Oleh: Pdt. Immanuel Alim Hoseno.
Dalam bagian ini Paulus menasihati jemaat di Roma untuk tidak serupa dengan dunia, dalam arti mengikuti norma-norma dunia (BIMK) atau sepola dengan dunia. Hal ini terkait dengan gaya hidup, atau pola tingkah laku sehari-hari dalam masyarakat. Inilah yang membedakan satu orang dengan yang lain dan menunjukkan identitas masing-masing. Jika gaya hidup kita serupa dengan dunia, maka tidak ada bedanya lagi antara orang Kristen dengan orang yang tidak percaya.
Mengapa kita harus memiliki gaya hidup yang baru? Karena kita adalah orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi oleh-Nya (Kol. 3:12). Kita harus memiliki kasih yang tidak berpura-pura (Rm. 12:9).
Seperti apa kasih itu? Kasih adalah suatu sikap yang bertanggung jawab, sesuatu yang kita lakukan bukan hanya rasakan, dan sikap yang menginginkan hal yang terbaik bagi orang lain (Rm. 12:9). Kasih tersebut didasarkan atas pengampunan (Mat. 18:22). Rekatkan diri kita kepada kasih, hal yang baik, seperti ini (Rm. 12:9b).
Mari kita wujudkan gaya hidup yang baik dalam: saling mengasihi (Rm. 12:10), saling mendahului dalam memberi hormat (ay. 10), membantu mereka yang kekurangan (ay. 13), memberkati – bukannya mengutuk- mereka yang menganiaya (ay. 14), dan berempati (ay. 15). Amin.
REFLEKSI
Gaya hidup kita tidak seharusnya ditentukan oleh zaman ini (Sinclair B. Ferguson)
PERTANYAAN DISKUSI
- Banyak orang di luar Tuhan yang memiliki gaya hidup yang terlihat baik, jadi kita tidak perlu menjadi Kristen untuk menjadi orang yang baik. Bagaimana Anda menanggapi pemikiran seperti ini?
- Berdasarkan pengamatan Anda, adakah hal-hal yang harus diperbaiki atau ditingkatkan dalam gaya hidup yang ditunjukkan dalam gereja Anda? Bagaimana Anda dapat melakukan perbaikan tersebut?
REFERENSI
1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rm. 12:1-2)
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. (Kol. 3:12)
9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Rm. 12:9-15)
Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat. 18:22)
