Ibadah Tahun Baru, 1 Januari 2023
Oleh: Pdt. Daud Soesilo
Mazmur 40 unik karena isinya beralih dari ucapan syukur (ay. 1-12) menjadi ratapan pribadi (ay. 13-18). Di dalam ayat 5-11 dinyatakan ciri-ciri hidup yang baru: hanya percaya pada Allah yang telah menolong kita (ay. 5), keterbukaan diri untuk dipimpin Allah (ay. 7-11), serta kemampuan Allah untuk menyelamatkan adalah bagian ucapan syukur (ay. 6, 10, 11). Kita perlu mempersembahkan diri, bukan lagi binatang, kepada Allah (ay. 8; bnd. Rm. 12:1-2). Caranya? Dengan taat kepada-Nya.
Kemudian, di dalam ayat 13 dinyatakan adanya penderitaan di dunia ini. Pemazmur memahami bahwa hidup tidak selalu senang, tetapi juga ada penderitaan di dalamnya. Tetapi di ayat sebelumnya (ay. 12), pemazmur memercayakan dirinya kepada Kabar Baik yang telah disampaikan. Jadi, Pemazmur tidak hanya menyampaikan, melainkan juga menghidupi Kabar Baik. Hal ini berbeda dengan orang-orang Israel yang undur walaupun telah mendapat keselamatan dari Tuhan (misalnya, baca Kel. 32-34).
Di dalam kehidupan kita pun, selalu ada kemenangan dan ancaman silih berganti. Apalagi, dosa selalu bisa menyelinap walaupun kita berusaha merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Oleh sebab itu, kita harus selalu minta ampun kepada Tuhan (salah satunya, melalui doa pengampunan dosa dalam ibadah). Kemudian, marilah kita menjalani hidup baru dengan tidak memprioritaskan diri, mengurbankan diri, serta mengikut Tuhan Yesus (Mrk. 8:34).
Jadi, ada dua pesan untuk tahun baru ini. Pertama, jangan berhenti mengucap syukur dan memohon. Selama hidup di dunia yang fana, penderitaan tidak akan berakhir. Namun Tuhan berjanji untuk menolong dan menyelamatkan kita. Kedua, jalanilah hidup baru dengan cara menerima kedaulatan Tuhan. Dialah yang mengontrol hidup kita. Amin.
REFLEKSI
Taurat dalam hati tidak mencegah dosa; pengalaman keselamatan tidak menghindarkan kita dari keperluan akan pertolongan Tuhan (James L. Mays)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang bisa Anda lakukan untuk mampu mengucap syukur dalam penderitaan?
- Apakah dengan menantikan Tuhan untuk menolong kita, maka kita harus berdiam diri dan menolak pertolongan manusia? Jelaskan jawaban Anda beserta contoh sehari-hari.
REFERENSI AYAT ALKITAB
1 Untuk pemimpin kor. Mazmur Daud. 2 Dengan sabar kunantikan bantuan TUHAN; lalu Ia memperhatikan aku dan mendengar seruanku.
3 Ia menarik aku dari lubang yang berbahaya, dari lumpur rawa. Ia menempatkan aku di atas bukit batu, sehingga langkahku mantap.
4 Ia mengajar aku menyanyikan lagu baru, lagu pujian untuk Allah kita. Banyak orang melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
5 Berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN, yang tidak ikut menyembah dewa-dewa, atau minta tolong kepada orang sombong.
6 TUHAN, betapa banyaknya karya-Mu bagi kami, ya TUHAN Allahku, Engkau tak ada taranya! Banyaklah rencana-Mu yang menakjubkan bagi kami, tak mungkin diceritakan semuanya.
7 Persembahan dan kurban sajian tidak Kausukai, kurban bakaran dan kurban penghapus dosa tidak Kautuntut. Tetapi Engkau telah memberi aku telinga yang dapat mendengar suara-Mu.
8 Lalu aku berkata, “Inilah aku, dalam gulungan buku tertulis bagiku.
9 Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allah, hukum-Mu kusimpan di dalam hati.”
10 Dalam himpunan umat-Mu kuwartakan kabar gembira bahwa Engkau telah menyelamatkan kami. Dengan tiada hentinya hal itu kumaklumkan, Engkau tahu semua itu, ya TUHAN.
11 Kabar keselamatan itu tidak kusimpan dalam hati, pertolongan dan kesetiaan-Mu selalu kuberitakan. Di depan himpunan umat-Mu aku tidak berdiam diri, tetapi kumaklumkan kasih dan kesetiaan-Mu.
12 TUHAN, janganlah berhenti mengasihani aku; lindungilah aku selalu dengan kasih dan kesetiaan-Mu.
13 Aku dikepung malapetaka yang banyak, jumlahnya tak dapat dihitung. Aku dikejar dosa-dosaku sampai aku tak dapat melihat. Jumlahnya melebihi rambut di kepalaku, membuat aku putus asa.
14 Ya TUHAN, selamatkanlah aku, TUHAN bergegaslah menolong aku!
15 Biarlah orang yang ingin membunuh aku dikalahkan dan lari kebingungan. Biarlah orang yang menyoraki kemalanganku dipukul mundur dan dihina.
16 Biarlah orang yang menertawakan aku menjadi terkejut dan malu.
17 Semoga semua orang yang menyembah Engkau bersukacita dan bergembira, dan semua yang mencintai keselamatan daripada-Mu terus berkata, “Sungguh agunglah TUHAN!”
18 Aku ini miskin dan lemah, tetapi TUHAN memperhatikan aku. Engkaulah penolong dan penyelamatku, jangan berlambat, ya Allahku!
(Mzm. 40:18 BIMK)
1 Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita. Itu sebabnya saya minta dengan sangat supaya kalian mempersembahkan dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.
2 Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah — yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna. (Rm. 12:1-2 BIMK)
Kemudian Yesus memanggil orang banyak yang ada di situ bersama-sama dengan pengikut-pengikut-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Orang yang mau mengikuti Aku, harus melupakan kepentingannya sendiri, kemudian memikul salibnya, dan terus mengikuti Aku.” (Mrk. 8:34 BIMK)
