Ibadah Umum II, 23 November 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka.
Ada sebagian orang Kristen yang merasa dirinya baik. Mungkin karena dia berpikir tidak pernah melakukan “dosa besar” atau karena rajin beribadah. Benarkah demikian?
Orang-orang Yahudi pada zaman Paulus merasa diri baik karena melakukan hukum Taurat. Paulus menyanggah dengan memaparkan bahwa justru kalau seseorang mengenal Taurat, dia akan semakin menyadari keberdosaannya (Gal. 3:19; Rm. 3:20). Satu dosa saja bisa menjadikan manusia dianggap bersalah terhadap seluruhnya (Gal. 3:10).
Untuk itulah, Yesus diutus ke dunia. Untuk apa? Pertama, Yesus turun ke dunia untuk menebus kita. Kata menebus di sini berarti membebaskan. Bebas dari apa? Dari kutukan Hukum Taurat, belenggu dosa, dan cengkeraman kuasa-kuasa kegelapan di dunia ini.
Kedua, Yesus turun ke dunia untuk menjadikan kita anak-anak Allah. Selama hidup di dunia, Dia menjadi seorang manusia yang taat sepenuhnya pada tuntutan Hukum Taurat. Ketaatan yang sempurna ini dilimpahkan menjadi ketaatan kita yang percaya kepada-Nya. Sehingga, kita dijadikan anak-anak Allah.
Keadaan kita sebagai orang percaya adalah seperti orang-orang yang telah dibebaskan dari hukuman mati. Kita akan hidup dengan cara pandang yang berbeda karena sukacita keselamatan itu jauh lebih besar dibanding penderitaan apapun di dunia ini. Amin.
REFLEKSI
Hidup tidak bernilai lagi ketika lepas dari penebusan (Oswald Chambers)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja yang bisa menjadikan orang Kristen hidup dan melayani Tuhan secara suam-suam kuku?
- Apakah Anda telah menjalani hidup sebagai anak Allah, atau lebih seperti budak? Jelaskan.
REFERENSI
4 Namun, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 5 Ia diutus untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. (Gal. 4:4-5 TB-2)
Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran—sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu—dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara. (Gal. 3:19)
Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: ”Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” (Gal. 3:10)
Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. (Rm. 3:20)
