Ibadah Umum I, 7 Juli 2024. Oleh: Pdt. Eddy Tendean.
Gereja yang membumi adalah gereja yang keluar ke dalam masyarakat, peduli pada keberadaan orang lain, khususnya keselamatan. Ini seperti halnya Kristus turun ke dunia menyelamatkan manusia. Lalu, Dia menuntun gereja-Nya agar bisa hidup berkarya sesuai dengan ketetapan-Nya.
Jadi, gereja tidak boleh hanya membagikan bantuan sosial, tetapi harus mengabarkan berita keselamatan. Di dalam ayat ini ada empat kata kerja (“pergilah… jadikanlah (murid)… baptislah… ajarlah…”), tetapi yang terpenting adalah “menjadikan murid.”
Bagaimana menjadi murid yang baik? Pertama, mengerti apa yang diajarkan. Kedua, percaya apa yang diajarkan. Ketiga, melakukan apa yang diajarkan. Keempat, terus menerus belajar. Terakhir, menyampaikan apa yang diajarkan.
Sayangnya, ada beberapa gereja yang tidak menjalankan Amanat Agung ini, melainkan amanat diri/sinode sendiri. Gereja seharusnya terus mengkhotbahkan firman Tuhan, bukan untuk menyenangkan diri sendiri. Gereja jangan terpengaruh oleh arus zaman. Pendeta juga harus mengerti kebenaran dan mengabarkan kebenaran. Kristus harus terus menjadi dasar dan tujuan penginjilan dan pelayanan.
Maka, gereja harus introspeksi dan bertobat, kembali dan memegang teguh firman Tuhan, berdoa, bergerak, serta berani berubah sesuai kebenaran (Yes. 50:4). Amin.
REFLEKSI
Gereja harus berakar di dalam Alkitab dan aktif dalam bermisi (N.T. Wright)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa dampaknya jika sebuah gereja tidak memberitakan Injil?
- Apa yang dapat Anda lakukan secara nyata untuk mengabarkan Injil?
REFERENSI
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:19-20)
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku
lidah seorang murid,
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru
kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku
untuk mendengar seperti seorang murid. (Yes. 50:4)
