Kepedulian terhadap Gereja (1Kor. 12:12-13; Ef. 2:19-22)

Ibadah Umum II, 7 Juli 2024. Oleh: Pdt. Eddy Tendean.

Peduli adalah sebuah nilai dasar dan sikap memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan orang lain yang memperhatikan kita. Hal ini juga berlaku di gereja. Kristus yang menjadi kepala Gereja telah turun ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita, sehingga kita sebagai anggota tubuh Kristus juga diminta untuk saling memperhatikan (Yoh. 15:13).

Ada tiga ekstrim yang bisa dilakukan jemaat pada gerejanya: gereja dianggap segala-galanya, gereja dianggap tidak penting karena yang penting adalah relasi pribadi dengan Allah, serta yang penting sudah memberikan persembahan sehingga tidak merasa perlu ke gereja. Ketika semua anggota gereja yang berbeda-beda saling peduli, maka gereja akan terlihat indah dan orang-orang akan merasa nyaman di dalamnya.

Kita sebagai anggota gereja tidak boleh pasif, hanya menonton (Ef. 2:19). Kita semua bagian di dalam gereja (Ef. 2:20-21) yang terpakai dan penting, sehingga gereja bertumbuh  (Ef. 2:22). Gereja tempat kita beribadah adalah milik kita bersama.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menyatakan kepedulian dalam gereja. Pertama, mencintai, setia kepada gereja-Nya, dan senang beribadah. Kedua, saling mengasihi dan menghormati (Mat. 7:12). Kasih harus sensitif, inisiatif, proaktif, dan objektif (Rm. 12:15). Ketiga, mempersembahkan yang terbaik untuk gereja-Nya. Keempat, berdoa dan berdoa. Amin.

REFLEKSI

Gereja didirikan sedemikan rupa sehingga semua anggotanya berguna, dan berguna dalam pengertian yang penting (David Martyn Lloyd-Jones)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Sejauh mana kepedulian harus diperlihatkan dalam gereja?
  2. Bagaimana Anda bisa menyatakan kepedulian secara nyata dalam kehidupan bergereja saat ini?

REFERENSI

12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.  13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. (1Kor. 12:12-13)

19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef. 2:19-22)

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yoh. 15:13)

Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Itulah inti hukum Musa dan ajaran nabi-nabi. (Mat. 7:12 BIMK)

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Rm. 12:15)

About the author

Leave a Reply