Kristus yang Menghamba (Flp. 2:5-11)

Ibadah Umum I, 8 Maret 2026. Oleh: Pdt. Christian Sulistio.

Manusia yang jatuh dalam dosa memiliki natur untuk mementingkan diri sendiri. Demikian pula, setelah kita menjadi orang Kristen, sifat seperti ini masih ada. Inilah yang terjadi dalam jemaat Filipi. Misalnya, pertikaian antara Eudokia dan Sintikhe (Flp. 4:2) serta tampak pada penginjil yang hendak memperberat beban Paulus (Flp. 1:17). Maka, Paulus mengajak jemaat Filipi untuk melihat pada Kristus.

Ada dua hal yang dapat kita pelajari dalam bagian ini. Pertama, Kristus memperhatikan kepentingan manusia berdosa (ay. 6-8). Dia tahu kebutuhan kita sebagai manusia berdosa. Sehingga, Dia mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba (ay. 8). Walaupun tetap sebagai Allah yang mahamulia, Dia mengambil rupa sebagai manusia yang paling rendah.

Kedua, Allah membenarkan sikap memperhatikan kepentingan orang lain (ay. 9-11). Jalan yang ditempuh Kristus adalah jalan yang benar dan berkenan pada Allah, walaupun itu bertentangan dengan natur manusia yang menginginkan kehormatan. Melalui perendahan diri yang dilakukan Kristus, Dia justru ditinggikan oleh Tuhan dan semua manusia bertekuk lutut kepada-Nya.

Sebagai gereja Tuhan, marilah kita melihat kepentingan orang lain lebih utama. Jauhkan sikap untuk ingin merasa dihargai dan dihormati. Dengan begitu, kita menerapkan jalan Kristus di dalam gereja. Amin.

REFLEKSI

Kristus adalah Anak Allah, yang menyatakan seperti apa Allah itu, sekaligus juga Anak Manusia, yang menyatakan seperti apa seharusnya manusia itu  (Oswald Chambers)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah sikap yang menghamba akan membuat kita mudah dimanfaatkan atau direndahkan orang lain? Jelaskan jawaban Anda!
  2. Apa saja berkat-berkat yang didapat ketika kita mengikut jalan Kristus, yang merendahkan diri, dan bukannya mengikut hawa nafsu, yang meninggikan diri?

REFERENSI

5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,  11 dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Flp. 2:5-11)

Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. (Flp. 4:2)

tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. (Flp. 1:17)

About the author

Leave a Reply