Menabur Kasih Menuai Nama Baik (Kis. 9:36-43)

Ibadah Umum I, 22 Mei 2022

Oleh: Ev. Lim Hendra

Seseorang yang mengerti perannya sebagai murid Kristus belum tentu sudah menghidupi perannya sebagai murid Kristus. Di dalam ayat 36, ada frasa “murid perempuan”, yang hanya muncul sekali dalam Perjanjian Baru. Menurut para penafsir, hal ini menunjukkan penghargaan kepada Tabita yang telah menghidupi perannya sebagai seorang murid Kristus. Apa buktinya orang yang telah menghidupi perannya sebagai murid Kristus?

Pertama, menabur kasih dan kepedulian pada sesama (ay. 36b). Selama hidupnya, Tabita benyak membantu kehidupan janda-janda dengan menjahitkan mereka pakaian (ay. 39; bnd. Im. 22:13; Ul. 14:28-29; Kis. 6:1-6; 1Tim. 5:3-16). Orang bisa memiliki motivasi yang beraneka ragam ketika berbuat baik. Tetapi, Alkitab mengajarkan bahwa motivasi yang benar adalah ucapan syukur yang melimpah pada Allah (2Kor. 9:12). Mengapa? Karena Allah telah melimpahkan kasih-Nya yang begitu besar bagi kita dengan mengurbankan diri-Nya.

Kedua, hidup serupa Kristus untuk memuliakan-Nya (ay. 42). Perhatikan ada beberapa bagian dalam kisah ini yang mirip dengan apa yang terjadi kisah Tuhan Yesus membangkitkan anak Yairus (Mrk. 5 dan Luk. 8). Terutama, perkataan “Talita, kum” (dari bahasa Aram yang berarti, “Hai Anak, bangkitlah!”, Mrk. 5:41) dengan “Tabita, bangkitlah (Aram = kum, ay. 40)!” Kemiripan ini dimaksudkan untuk mewartakan karya dan kuasa Kristus supaya orang-orang memuliakan Dia dan bukannya Petrus (ay. 42).

Marilah kita pakai seluruh karunia yang telah Tuhan percayakan pada kita. Lakukanlah untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk nama baik kita. Artinya, fokuskanlah bagi kemuliaan Tuhan sementara nama baik hanyalah bonus. Amin.

REFLEKSI

Allah memberikan kita dua tangan, satu untuk menerima dan satu lagi untuk memberi (Billy Graham)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja motivasi yang tidak baik dalam berbuat baik? Apa akibatnya, baik bagi orang yang melakukan ataupun menerima perbuatan baik tersebut?
  2. Perbuatan baik apa yang dapat Anda lakukan kepada orang-orang di sekitar Anda, terutama para janda yang tidak lagi memiliki keluarga? Lakukanlah segera sebagai respons Anda terhadap perintah Tuhan dalam renungan ini.

REFERENSI AYAT ALKITAB

36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita – dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. 37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. 38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: ”Segeralah datang ke tempat kami.” 39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. 40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: ”Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. 41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup. 42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. 43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit. (Kis. 9:36-43)

Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. (2Kor. 9:12)

Tetapi apabila perempuan itu menjadi janda atau diceraikan, dan ia tidak mempunyai anak, dan telah kembali ke rumah ayahnya seperti waktu ia masih gadis, maka ia boleh makan dari makanan ayahnya; tetapi setiap orang awam janganlah memakannya. (Im. 22:13)

28 Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu; 29 maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya Tuhan, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.” (Ul. 14:28-29)

Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: ”Talita kum,” yang berarti: ”Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” (Mrk. 5:41)

About the author

Leave a Reply