Yesus Kristus, Damai Sejahtera Kita (Ef. 2:13-22)

Ibadah Umum II, 12 Desember 2025. Oleh: Pdt. Chandra Wim.

(Baca juga pengertian damai dalam khotbah ibadah Umum I)

Efesus pasal 2 dapat dibagi menjadi: 1) diselamatkan dalam Kristus (ay. 1-10); 2) satu di dalam Kristus (ay. 11-22). Paulus mengingatkan status jemaat Efesus dahulu, yaitu hidup tanpa pengharapan karena ada di luar Kristus (ay. 11).

Mereka adalah orang-orang non-Israel, jadi sebenarnya bukan termasuk umat pilihan. Namun, mereka kemudian didekatkan di dalam Kristus (ay. 13). Bukan “dekat” dengan Allah, tetapi dengan orang-orang Israel, umat pilihan Allah yang pertama. Di dalam Kristus, ada kesatuan di antara kedua ras ini.

Kristus adalah damai sejahtera kita (ay. 17). Jadi, damai sejahtera itu bukan sekadar perasaan dan tidak ada kedamaian di luar Kristus. Kita bukan hanya diselamatkan oleh anugerah di dalam Kristus, tetapi juga dipersatukan oleh anugerah di dalam Kristus. Damai yang diberikan Allah tidak boleh berhenti di dalam diri kita, tetapi harus juga dibagikan kepada sesama.

Di masa adventus ini, mari kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan melihat orang lain yang berbeda dengan kita sebagai satu keluarga Allah. Kiranya Yesus Kristus menyertai hidup kita selama-lamanya. Amin.

REFLEKSI

Hanya Kristus yang dapat memberikan damai yang terus menerus, damai dengan Allah, damai di antara manusia dan bangsa-bangsa, serta damai di dalam hati (Billy Graham)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah dengan mewujudkan damai, kita harus selalu menghindari konflik? Jelaskan jawaban Anda!
  2. Bagaimana menerapkan konsep “didekatkan di dalam Kristus” dalam konteks jemaat gereja yang beraneka ragam?

REFERENSI

13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ”jauh”, sudah menjadi ”dekat” oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,  16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.  17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ”jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang ”dekat”,  18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef. 2:13-22)

About the author

Leave a Reply