Ibadah Umum I, 9 November 2025. Oleh: Ev. Wilson Jeremiah. Gereja adalah sarana yang Tuhan tetapkan untuk menjadi wadah bagi orang-orang untuk mendengar Injil. Dengan demikian, orang-orang di dalamnya sudah selayaknya menjadi pemberita Injil karena orang-orang di luar gereja tidak memiliki pengharapan (Ef. 2:12; 3:10-11). Hagai menyampaikan panggilan Tuhan yang dikesampingkan oleh orang-orang Israel setelah...Continue Reading
Ibadah Umum II, 2 November 2025. Oleh: Pdm. N. Widjaja. Efesus 3:20 merupakan puncak pujian (doksologi) dalam surat Efesus. Ayat ini mengajarkan dua hal tentang kuasa Allah. Pertama, kuasa Allah tidak berhenti di batas doa kita. Kita sering berdoa dengan iman yang terbatas, tetapi Allah menjawab dengan kuasa-Nya yang tak terbatas. Kedua, kuasa Allah tidak...Continue Reading
Ibadah Umum I, 2 November 2025. Oleh: Pdm. N. Widjaja. Mungkin ada di antara kita yang lebih mudah merasakan bahwa Allah menilai kita dibanding mengasihi kita. Di dalam Alkitab, dinyatakan bahwa Allah bukan sekadar Hakim yang adil, tetapi juga Bapa yang berbelas kasih. Ketika kita telah merasakan kasih-Nya, maka kita akan terdorong untuk membagikannya. Di...Continue Reading
Ibadah Umum II, 26 Oktober 2025. Oleh: Ev. Lim Hendra. Tanpa pengharapan, manusia tidak bisa bertahan dalam hidupnya. Pengharapan bisa pudar karena penderitaan yang tidak kunjung berakhir dan penantian yang tidak kunjung terwujud. Paulus, seorang rasul yang luar biasa pun, pernah mengalami keputusasaan ketika menghadapi beratnya beban pelayanan. Namun, dia menyandarkan pengharapannya kepada Allah (2Kor....Continue Reading
Ibadah Umum I, 26 Oktober 2025. Oleh: Ev. Lim Hendra. Ada beberapa hal yang perlu kita pahami tentang kesepian. Pertama, kesepian itu bukan kondisi, melainkan perasaan. Maka, di tengah keramaian pun kita bisa merasa kesepian. Kedua, kesepian bukan kehendak pribadi, melainkan reaksi di luar kehendak pribadi. Orang yang kesepian tidak memilih untuk kesepian, tetapi dia...Continue Reading
Ibadah Umum II, 19 Oktober 2025. Oleh: Pdm. Nehemia Widjaja. Penderitaan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Namun, Alkitab mengajar kita bahwa ada kemuliaan di balik penderitaan kita. Bagaimana kita mengatasi penderitaan? (lanjutan dari khotbah ibadah Umum I). Ketiga, pandang penderitaan dengan meneladani Kristus (ay. 26-30). Di tengah penderitaan yang begitu berat, kita sering bingung...Continue Reading
Ibadah Umum I, 19 Oktober 2025. Oleh: Pdm. Nehemia Widjaja. Alkitab mengajarkan bahwa penderitaan itu nyata, tetapi ada kemuliaan di baliknya. Bagaimana kita mengatasi penderitaan? Pertama, pandang penderitaan dengan perspektif kemuliaan (ay. 18-22). Cara pandang yang berubah ini akan memberikan kekuatan. Ini seperti halnya jemaat di Roma yang mengalami penderitaan jasmani dan rohani akibat iman...Continue Reading
Ibadah Umum II, 12 Oktober 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka Patria. Ada sebagian orang Kristen yang keliru memahami iman, sehingga mereka kecewa ketika apa yang mereka “imani” tidak terjadi atau mereka tidak bersungguh-sungguh dalam melayani Tuhan. Kita dapat mengenali iman dari kisah Abraham ini. Pertama, iman yang benar didasarkan pada janji Tuhan. Ketika diminta meninggalkan...Continue Reading
Ibadah Umum I, 12 Oktober 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka Patria. Paulus adalah seorang rasul yang luar biasa. Namun, menurut pandangannya sendiri, dia adalah orang yang tidak layak untuk dipanggil sebagai rasul. Melalui bagian ini, rasul Paulus “membela diri” dari orang-orang yang meragukan otoritas kerasulannya dengan menyatakan pengalaman panggilannya. Pertama, hanya anugerah yang membuat kita...Continue Reading
Ibadah Umum II, 5 Oktober 2025. Oleh: Pdt. Hari Soegianto. Pada dasarnya, manusia itu senang mendapat penghormatan atau penghargaan. Masalahnya, jika ini menjadi obsesinya, maka seseorang bisa melakukan apapun demi memperolehnya, termasuk dengan cara-cara yang merendahkan orang lain. Hidup yang seperti ini bisa menghilangkan damai sejahtera. Maka dari itu, Yesus mengajar pentingnya kerendahan hati dan...Continue Reading